Renponsif 3

Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Monday, December 24, 2018

Rangkuman Biologi Sma Kelas X/10+ Semester 1 Dan 2 Lengkap

Rangkuman Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas X/10 Semester 1 dan 2 Lengkap - Biologi merupakan salah satu pelajaran IPA yang penuh dengan hafalan. Untuk sanggup mengerjakan soal-sial biologi, teman semua harus kerap-kerap membaca maternya. Apa saja materi biologi Sekolah Menengan Atas kelas 10 semeseter 1 dan 2 ?.

Rangkuman Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas X Rangkuman Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas X/10+ Semester 1 dan 2 Lengkap

Pelajaran biologi kelas X semester 1 dan 2 memang pelajaran yang penuh dengan hafalan, alasannya yakni jikalau tak hafal maka tak sanggup mengerjakan soal dengan benar. Adapun cara untuk menghafal dengan benar dan cepat merupakan menghafal dengan sistematis menyerupai yang sudah admin lakukan dahulu waktu SMA, yaitu anda hafalkan dahulu semua judul atau belahan pelajaran dari tiap semester, contohnya semester 1 terdiri dari 6 belahan dan semester 2 terdiri dari 4 bab, maka hafalkan dahulu semua judul babnya. Kemudian barulah menurun kebawah menghafal tiap materi pelajaran dalam belahan tersebut. Makara otak anda nanti menyerupai lagi menulis menyerupai apa yang ada dibuku sesampai lalu gampang dihafalkan secara sistematis.

Nah berikut ini kumpulan materi pelajaran biologi Sekolah Menengan Atas kelas X semester 1 dan 2 kompleks yang sanggup kau hafalkan, mulai dari judul babnya, lalu menurun ke materi pelajarannya.

Kumpulan Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas X Semester 1 dan 2 Lengkap


Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas X Semester 1

1. Ruang Lingkup Biologi

- Cabang-cabang Ilmu Biologi
- Objek yang Dipelajari di Biologi
- Kerja Ilmiah
- Keselamatan Kerja

2. Keanekaragaman Gen, Jenis, dan Ekosistem

- Keanekaragaman Hayati di Indonesia
- Keunikan Hutan Hutan Tropis
- Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia
- Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

3. Virus

- Perkembangan Virus
- Peran Virus dalam Kehidupan
- Partisipasi Penanggulangan Virus

4. Eubacteria

- Peranan Eubacteria
- Archaebacteria dan Cirinya
- Peranan Archaebacteria

5. Protista

- Ciri Umum Protista Mirip Tumbuhan, Hewan, Jamur
- Peran Protista (alga) dalam Kehidupan
- Peran Protista (protozoa) dalam Kehidupan
- Peran Protista (mirip jamur) dalam Kehidupan

6. Jamur

- Pengelompokan Jamur
- Penaran Jamur 

Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas X Semester 2

1. Ciri Umum Tumbuhan (Plantae)

- Tumbuhan Lumut
- Tumbuhan Paku
- Tumbuhan Biji (Spermatophyta)
- Peranan Tumbuhan

2. Dunia Hewan (Animalia)

- Invertebrata
- Peranan Invertebrata
- Vertebrata
- Peranan Vertebrata

3. Lingkungan

- Ekologi, Ekosistem
- Aliran Energi, Siklus Daur Biogeokimia
- Interaksi dalam Ekosistem

4. Perubahan Lingkungan atau Iklim

- Faktor Penyebab Perubahan Lingkungan
- Pencemaran Lingkungan
- Daur Ulang Limbah
- Etika dan Hidup Selaras dengan Lingkungan 

Demikianlah ringkasan atau rangkuman materi pelajaran biologi Sekolah Menengan Atas kelas 10 semester 1 dan 2 kompleks yang sanggup kau hafalkan satu persatu. Semoga bermanfaat.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Sunday, December 23, 2018

Rangkuman Biologi Sma Kelas 12+ Semester 1 Dan 2 Lengkap

Rangkuman Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas XII/12 Semester 1 dan 2 Lengkap - Bagi teman semua yang duduk dikelas 12 dan lagi mencari ringkasan materi biologi, kali ini admin akan bagikan ringkasan atau rangkuman materi biologi kelas 12 Sekolah Menengan Atas semeseter 1 dan 2. Dengan mengetahui materinya maka teman semua sanggup mempelajari biologi dengan mudah.

Untuk lebih terangnya berikut ini ringkasan atau rangkuman materi pelajaran biologi Sekolah Menengan Atas kelas 12 semester 1 dan 2 kompleks yang sanggup teman semua hafalkan tiap babnya:

Rangkuman Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas XII Rangkuman Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas 12+ Semester 1 dan 2 Lengkap

Rangkuman Materi Pelajaran Biologi Sekolah Menengan Atas Kelas 12 Semester 1 dan 2 Lengkap


Bab 1. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

- Pertumbuhan pada makhluk hidup ditandai dengan adanya pertambahan tinggi dan besar badan tumbuhan. 
- Perkembangan merupakan suatu proses menuju ke arah kedewasaan. 
- Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan berbiji dimulai dengan patahnya dormansi biji, pembelahan sel, perbesaran dan pemanjangan sel, diferensiasi, dan organogenesis. 
- Ada dua tipe perkecambahan yakni perkecambahan hipogeal dan perkecambahan epigeal. 
- Pertumbuhan tumbuhan lantaran pembelahan sel pada jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer, lagikan hasil pembelahan sel pada jaringan meristem kambium disebut pertumbuhan sekunder.
- Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan merupakan hasil interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mencakup faktor gen, dan hormon, lagi faktor eksternal berupa iklim, tanah, dan organisme pengganggu. 
- Hormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh cuilan badan tumbuhan yang berfungsi mengatur pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan itu sendiri. 
- Pemupukan merupakan suatu bisnis insan untuk memberi atau menambahkan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pupuk tumbuhan mencakup pupuk organik (pupuk alami) dan pupuk anorganik (buatan). 
- Pupuk organik berupa kotoran hewan, hijauan (tanaman atau cuilan tanaman) yang telah diproses dengan teknik-teknik pengolahan tertentu, atau vdapat pula berupa bangkai. Tumbuhan tertentu sanggup dipakai untuk menyediakan materi organik bagi tumbuhan budidaya. 10. Langkah-langkah metode ilmiah dilakukan dalam rangka memperoleh ilmu dan perilaku ilmiah.

Bab 2. Metabolisme

- Metabolisme merupakan suatu rangkaian atau proses yang terarah dan teratur di dalam sel badan melalui reaksi-reaksi kimiawi, sesampai kemudian dibutuhkan atau dihasilkan bahan-bahan tertentu ibarat unsur, molekul, senyawa, atau e nergi.
- Metabolisme dibedakan menjadi  katabolisme dan a nabolisme. Katabolisme merupakan proses perombakan senyawa-senyawa yang kompleks  menjadi senyawa yang lebih simpel melalui reaksi-reaksi kimiawi, sesampai kemudian dihasilkan e nergi. Anabolisme merupakan proses pembentukan senyawa-senyawa kompleks dari senyawa-senyawa yang lebih simpel melalui reaksi-reaksi kimiawi, sesampai kemudian dibutuhkan adanya e nergi.
- Sebagian besar e nzim tersusun oleh 2 bagian, yakni cuilan yang berupa protein, disebut apoenzim dan cuilan non protein yang disebut kofaktor (dapat berupa koenzim atau  gugus prostetik).
- Terdapat 2 teori wacana kerja enzim, yakni model gembok รข€“ kunci ( lock and key ) dan teori ketepatan induksi ( induced fit theory ).
- Beberapa sifat e nzim, antara lain:  enzim sebagai biokatalisator suatu reaksi, bekerja secara khusus, sanggup bekerja secara bolak balik (reversibel), berwujud sebagai koloid, rusak apabila kena panas (termolabil), dan sanggup diekstraksi dari sel tanpa kehilangan acara katalitiknya.
- Faktor yang menghambat kerja e nzim, antara lain: inhibitor (reversibel dan irreversibel), zat-zat pengaktif (aktivator), suhu, pH, hasil akhir, konsentrasi e nzim, konsentrasi substrat, dan air.
- Enzim digolongkan berdasarkan apa yang terjadi di dalam reaksi. Enzim digolongkan menjadi oksidoreduktase (dehidrogenase, oksidase, dan hidroksilase), transferase, hidrolase (peptidase, esterase, glikosidase, dan fosfatase), liase, ligase, dan isomerase.
- Respirasi merupakan reaksi kimia sel untuk merombak senyawa kompleks menjadi senyawa simpel dengan menghasilkan e nergi. Respirasi dibedakan menjadi dua macam, yakni respirasi aerobik dan respirasi anaerobik.
- Secara umum, reaksi respirasi aerobik dibedakan menjadi 3 tahapan, yakni glikolisis, dekarboksilasi oksidatif dan daur Krebs, serta rantai transportasi e lektron respirasi.
- Glikolisis merupakan rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang terdapat 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang terdapat 3 atom C), NADH, dan A TP. Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma (sitosol). Glikolisis terjadi melalui 10 tahapan, yang terdiri dari 5 tahapan penggunaan  energi dan 5 tahapan pelepasan e nergi. Hasil final glikolisis merupakan 2ATP + 2NADH.
- Pembentukan A TP sanggup terjadi dengan cara fosforilasi tingkat substrat dan fosforilasi oksidatif. Respirasi aerobik menghasilkan sekaya 38 total A TP.
- Hasil final glikolisis (1 molekul glukosa) merupakan 2 piruvat, 2 NADH, dan 2 A TP. Hasil final siklus Krebs merupakan 6 NADH, 2 FADH, dan 2 A TP.
- Elektron-e lektron yang dibawa oleh NADH dan FADH2 hasil glikolisis dan siklus Krebs akan masuk ke dalam sistem transportasi e lektron pada membran dalam mitokondria untuk membentuk  ATP.
- Fermentasi dibedakan berdasarkan produknya, contohnya fermentasi alkohol (produknya alkohol) dan fermentasi asam laktat (produknya asam laktat). Beberapa organisme bersel satu yang berperan dalam fermentasi alkohol merupakan ragi (khamir) dan bakteri. Saccharomyces cereviceae merupakan khamir yang berperan dalam pembuatan tape.
- Organisme dibedakan menjadi sedikit kelompok berdasarkan sumber karbon (autotrof dan heterotrof), sumber donor e lektron (organotrof dan litotrof), dan sumber energinya (fototrof dan kemotrof).
- Tumbuhan dan alga hijau sanggup melaksanakan f otosintesis, yakni memakai senyawa anorganik ibarat CO2 dan H2O, serta pertolongan cahaya matahari untuk mensintesis karbohidrat.
- Proses pembentukan materi makanan dengan memakai e nergi dari bahan-bahan kimia disebut kemosintesis. Contohnya pada kuman belerang dan kuman besi.

Bab 3. Genetika

- Pada ketika sel lagi membelah, benang-benang kromatin ini memendek dan menebal membentuk struktur yang disebut kromosom. 
- Kromosom memiliki 2 cuilan utama yakni sentromer (kinetokor) dan lengan. Pada lengan ditemukan bagian-bagian berupa matriks, kromonema, kromomer, dan lekukan sekunder. Kadang- kadang dijumpai adanya s atelit.
- Jumlah kromosom pada setiap jenis organisme berbeda-beda, namun bersifat tetap (konstan). Jumlah kromosom tiap jenis organisme memperlihatkan kayanya kromosom yang ada pada sebuah sel organisme tersebut.
- Berdasarkan letak sentromernya, bentuk kromosom dibedakan menjadi 4 macam, antara lain:  metasentris, sub metasentris, telosentris, dan akrosentris.
- Spesies yang berbeda terdapat ukuran kromosom yang berbeda. Pada umumnya, kromosom sel tumbuhan lebih besar dibanding kromosom sel hewan.
- Berdasarkan ukuran (panjang), jumlah, dan  bentuk kromosom maka kromosom sel somatis sanggup disusun atau diatur secara standar. Hasil penyusunan ini disebut k aryotipe.
- Jumlah atau satu set atau perangkat dari majemuk homolog tersebut dinamakan genom atau ploidi.
- Kromosom memiliki komponen utama, antara lain: DNA ( Deoxyribo Nucleic Acid atau a sam nukleat deoksiribosa), protein histon, dan protein non  histon. Protein h iston bersifat basa besar lengan berkuasa dan menetralkan keasaman D NA.
- DNA merupakan material kromosom sebagai penyimpan informasi genetik D NA berperan dalam membawa dan menyimpan informasi genetik sel. Jumlah dan jenis informasi di dalam sel (tiap sebuah sel) sangat kaya.
- DNA dan RNA tersusun oleh nukleotida-nukleotida yang saling terpaut membentuk polinukleotida yang amat panjang. D NA merupakan molekul yang besar (makromolekul) dan terdiri dari dua rantai polinukleotida yang saling berikatan. Setiap nukleotida tersusun atas 3 komponen, antara lain: sebuah basa nitrogen, sebuah gula pentosa yakni deoksiribosa, dan satu gugus fosfat.
-Basa nitrogen D NA mencakup basa purin dan basa pirimidin. Basa purin mencakup guanin (G) dan adenin (A), basa pirimidin mencakup sitosin (C) dan timin (T).
- Komponen gula RNA berupa gula ribosa. Dua purin dan dua pirimidin juga ditemukan pada RNA, tenamun basa pirimidin timin tak ditemukan. Pada RNA ditemukan pirimidin urasil.
- Berdasarkan kawasan terdapat dan fungsinya, RNA dibedakan menjadi RNA m ( RNA messenger ), RNA r (RNA ribosom) dan RNA t (RNA transfer).
- Gen merupakan unit genetis yang terdapat di dalam kromosom. Dalam satu kromosom terdapat ribuan bahkan puluhan ribu gen. Gen- gen tersebut terdapat di dalam D NA dan merupakan segmen dari  DNA yang berperan dalam menentukan sifat individu. Gen merupakan nama fungsional, lagikan  DNA merupakan nama strukturalnya.
- Suatu sifat dikendalikan oleh sepasang g en. Anggota dari pasangan  gen disebut sebagai alel, dimana satu alel diperoleh dari induk jantan dan yang lain dari induk betina. Pasangan alel tersebut merupakan penentu dari suatu sifat.
- Jika  gen tersebut dua alel dominan, maka disebut  gen homozigot dominan. Jika dibuat oleh dua alel resesif, maka disebut gen homozigot resesif. Sementara itu, apabila  gen dibuat oleh sebuah alel mayoritas dan sebuah alel resesif maka disebut g en heterozigot.
- Informasi genetik pada  double helix  DNA berupa kode-kode sandi atau arahan genetik.
- Replikasi D NA atau penggandaan  DNA mencakup 3 tahapan, antara lain: inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan), dan terminasi (pengakhiran).
- Translasi merupakan proses penerjemahan sedikit triplet atau k odon dari RNA m menjadi asam amino-asam amino yang risikonya membentuk protein. Urutan basa nitrogen yang berbeda pada setiap triplet, akan diterjemahkan menjadi asam amino yang berbeda. Tahapan pada  translasi mencakup inisiasi  translasi, elongasi, dan terminasi.

Bab 4. Pembelahan Sel

- Berdasarkan proses yang terjadi, pembelahan sel dibedakan menjadi tiga macam, yakni pembelahan amitosis (spontan), pembelahan mitosis, dan pembelahan meiosis.
- Pembelahan amitosis (yang terjadi pada golongan bakteri) merupakan pembelahan impulsif dimana satu sel menghasilkan dua sel identik.
- Pembelahan mitosis terjadi pada sel organisme eukariotik. Sel diploid yang mengalami mitosis membelah menjadi dua sel anakan yang juga diploid. Pembelahan mitosis terjadi secara sedikit demi sedikit yakni profase, metafase, anafase, dan telofase.
- Pada pembelahan meiosis, satu sel diploid membelah menjadi empat sel anakan yang masing- masing bersifat haploid.
- Pembelahan meiosis bertujuan menghasilkan sel gamet (sel kelamin). Pembelahan ini terjadi dua tahap, yakni meiosis I dan meiosis II. Masing-masing tahap meiosis tersebut melalui tahap profase, metafase, anafase, dan telofase.
- Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet.
- Gametogenesis pada binatang jantan disebut spermatogenesis. Spermatogenesis menghasilkan empat sperma yang haploid. Sementara gametogenesis pada binatang betina disebut oogenesis yang menghasilkan satu sel telur haploid.
- Pembentukan gamet jantan pada tumbuhan berbunga disebut mikrosporogenesis. Mikrosporogenesis menghasilkan empat mikrospora yang haploid. Sementara pembentukan gamet betina pada tumbuhan disebut megasporogenesis. Megasporogenesis menghasilkan delapan megaspora yang haploid.

Bab 5. Prinsip Hereditas

- Pewarisan sifat (karakter) dari induk (orang tua) kepada fillialnya melalui suatu perkawinan melibatkan gen (sebagai faktor pembawa sifat keturunan).
- Mendel menentukan kacang kapri untuk objek kajiannya, lantaran terdapat pasangan-pasangan yang kontras, melaksanakan autogami atau penyerbukan sendiri, gampang disilangkan, bisa menghasilkan keturunan kaya, dan cepat menghasilkan atau daur hidupnya pendek.
- Hukum Mendel I disebut juga Hukum Segregasi, lantaran menyatakan bahwa  pada waktu pem- bentukan gamet (meiosis), kromosom-kromosom homolognya memisahkan diri secara bebas.
- Persilangan monohibrida merupakan perkawinan dengan satu sifat (karakter) beda yang mencolok.
- Genotip bersifat menurun dan diwariskan pada keturunan. 
- Fenotip merupakan sifat yang tampak dari luar. Fenotip merupakan paduan dari genotip dengan lingkungannya.
- Hukum Mendel II dikenal sebagai Hukum Asortasi atau Hukum Berpasangan Secara Bebas atau Hukum Penggabungan Bebas. 
- Persilangan dihibrida yakni persilangan dengan dua sifat beda, dengan dua alel yang berbeda.
- Back cross merupakan persilangan antara anakan F1 yang heterozigot dengan induknya yang homozigot dominan. 
- Test cross merupakan menyilangkan suatu hasil persilangan dengan salah satu induk homozigot resesif.
- Penyimpangan semu Hukum Mendel mencakup interaksi gen, kriptomeri, polimeri, epistasis-hipostasis, gen-gen komplementer, gen mayoritas rangkap, dan atavisme.
- Kriptomeri yakni gen mayoritas yang seperti tersembunyi apabila bangun sendiri dan akan tampak pengaruhnya apabila bahu-membahu dengan gen mayoritas yang lainnya.
- Polimeri merupakan pembastaran heterozigot dengan kaya sifat beda yang bangun sendiri, tenamun memengaruhi cuilan yang sama dari suatu organisme.
- Sifat atau fenotip yang gres sajanya menghilang, sanggup muncul kembali pada generasi berikutnya, melalui proses yang disebut atavisme. 
- Epistasis merupakan faktor (gen) mayoritas yang menutupi gen mayoritas lain yang bukan alelnya, sesampai kemudian sifat yang dikendalikan gen yang tertutup tak muncul. 
- Hipostasis merupakan faktor (gen) yang tertutupi oleh gen mayoritas yang lain, yang bukan alelnya. 
- Peristiwa inheritansi baik pada hewan, tumbuhan, inginpun insan akan mengikuti pola-pola hereditas ibarat adanya tautan, tautan seks, pindah silang, determinasi seks, adanya gen letal, dan non-disjunction . 
- Pindah silang sanggup terjadi pada ketika meiosis (pembentukan gamet). Pindah silang sanggup berupa pindah silang tunggal atau pindah silang ganda. Untuk mengetahui kekuatan pindah silang dihitung nilai pindah silangnya (NPS).
- Tipe-tipe determinasi seks mencakup tipe XY (pada lalat buah dan manusia), XO (belalang atau Ordo - Orthoptera dan kepik atau Ordo Hemiptera), ZO (ayam dan itik), dan ZW (burung, serangga, dan kupu-kupu). 
- Gen letal dibedakan menjadi gen resesif letal (pada jagung albino) dan gen mayoritas letal (pada ayam redep dan tikus kuning).
- Gagal berpisah atau non-disjunction sanggup terjadi pada ketika pembentukan gamet (meiosis).
- Pewarisan sifat pada insan sanggup diturunkan melalui kromosom seks (kromosom X dan kromosom Y) atau kromosom autosom. 
- Sifat-sifat yang sanggup diwariskan pada insan mencakup jenis kelamin, kelainan menurun, golongan darah, dan lisan gen-gen yang dipengaruhi oleh seks.
- Ada tiga macam sistem penggolongan darah, antara lain: sistem A, B, O; sistem MN, dan sistem Rhesus (Rh). 
- Kelainan menurun yang disebabkan oleh alel resesif dan mayoritas autosom merupakan albino, gangguan mental, brakhidaktili, cystinuria, dan polidaktili.
- Kelainan menurun yang disebabkan oleh alel resesif kromosom X merupakan buta warna, anodontia, dan hemofilia.
- Kelainan menurun yang disebabkan oleh alel resesif kromosom Y merupakan Hypertrichosis, Hystrixgravier, dan Webtoes .
- Pewarisan sifat pada insan sanggup dihindari melalui upaya perbaikan sosial mencakup upaya eugenetika dan eutenika.
- Peta silsilah sanggup memperlihatkan keadaan atau sifat individu dalam keluarga besar (1 garis keturunan) sesampai kemudian sanggup dilacak adanya individu yang mewariskan sifat kepada keturunannya.

Bab 6. Mutasi

- Mutasi merupakan kejadian perubahan susunan materi genetik (gen atau kromosom) pada suatu organisme dan sifat yang dihasilkan akan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Mutasi sanggup dibedakan berdasarkan materi hereditasnya (mutasi gen dan mutasi kromosom), berdasarkan jenis selnya (mutasi somatis dan mutasi germinal), berdasarkan prosedur terjadinya (mutasi alami dan mutasi buatan), dan berdasarkan imbas atau efek yang ditimbulkan (mutasi missense, non sense, mutasi netral, dan diam).
- Mutasi gen merupakan mutasi yang terjadi perubahan satu atau sedikit nukleotida di dalam gen, terdiri atas: transisi, transversi, dan mutasi frame shift .
- Mutasi kromosom merupakan mutasi yang terjadi lantaran perubahan struktur kromosom dan jumlah kromosom.
- Mutasi yang terjadi tanggapan perubahan struktur kromosom, yakni delesi (delesi terminal dan interkalar), duplikasi, inversi (inversi parasentris dan perisentris), serta translokasi (translokasi tunggal, perpindahan, resiprok, dan Robertson).
- Translokasi Robertson, terdiri atas: fisi, yakni bergabungnya dua kromosom homolog menjadi satu, dan fusi (disebut juga disosiasi kromosom) yang terjadi apabila suatu kromosom membelah menjadi dua.
- Mutasi kromosom yang terjadi tanggapan perubahan jumlah kromosom, meliputi: euploidi dan aneuploidi.
- Euploidi merupakan perubahan yang mencakup seperangkat genom, dimana jumlah set kromosom individu merupakan kelipatan dari jumlah set kromosom dasar (kromosom haploid) yang terdiri atas monoploid (1n) dan poliploid yang terdiri dari triploid (3n), tetraploid (4n), dan seterusnya.
- Aneuploidi merupakan perubahan dimana suatu individu memiliki kekurangan atau kelebihan kromosom dibandingkan dengan individu diploid normal. Aneuploidi biasanya diakibatkan oleh adanya nondisjunction dari satu pasang kromosom homolog dan terdiri atas: nullisomi (2n-2), monosomi (2n-1), trisomi (2n+1), dan tetrasomi (2n+2).
- Mutasi somatik merupakan mutasi yang terjadi di dalam sel-sel somatik (sel-sel tubuh) dan hanya akan diteruskan dalam sel badan saja.
- Mutasi germinal merupakan mutasi yang terjadi di dalam sel-sel gamet. Jika hasilnya berupa sifat mayoritas akan pribadi diekspresikan pada keturunan berikutnya. Jika berupa sifat resesif, pada individu yang diploid akan tertutup.
- Mutasi alami atau mutasi impulsif ( spontaneous mutation ), terjadi dengan sendirinya tanpa diketahui penyebabnya secara pasti.
- Mutasi buatan atau mutasi terinduksi ( induced mutation ), merupakan mutasi yang disebabkan oleh mutagen, ibarat senyawa kimia (bermacam macam basa dan turunannya, asam nitrat atau HNO2, senyawa alkil dan hidroksi), radiasi sinar ultraviolet, radiasi mengion, dan penyisipan molekul DNA (Rekayasa genetika).
- Mutasi yang terjadi secara alami kerapkali merugikan, baik bagi organisme yang menjadi mutan inginpun lingkungan sekitar yang ikut terpengaruh lantaran munculnya organisme baru.
- Mutasi buatan dinilai lebih memperlihatkan laba dibanding mutasi alami, lantaran mutasi buatan merupakan kejadian yang sanggup direncanakan dan diprogram sebelumnya. Hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan dan bermacam kecukupan yang tak diharapkan sanggup diminimalkan.
- Dampak positif dari mutasi buatan dan mutasi alami yakni dihasilkannya tumbuhan poliploid, aneka ragam fenotip tanaman, varian baru, dan pengembangan bioteknologi.
- Dampak negatif dari mutasi yakni menjadikan final hidup mutan (letal), kelainan, cacat, atau sindrom, dan sanggup membahayakan lingkungan.perkembangan

Bab 7. Evolusi

- Evolusi merupakan suatu proses perubahan makhluk hidup dari waktu ke waktu menuju ke arah kesempurnaan.
- Tokoh evolusi pertama yang gagasannya sanggup diterima oleh kalangan luas merupakan Charles Darwin. - Pokok-pokok evolusi berdasarkan Darwin merupakan: a) Spesies yang hidup pada masa ini berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau. b) Evolusi terjadi melalui prosedur seleksi alam.
- Peristiwa evolusi sanggup dibuktikan dengan hasil studi dari bermacam bidang ilmu yang meliputi: anatomi perbandingan, embriologi, paleontologi, perbandingan biokimia, biogeografi serta domestikasi.
- Mekanisme evolusi sanggup terjadi lantaran sedikit kondisi yang mendukung yaitu: variasi genetik yang disebabkan oleh mutasi dan rekombinasi serta kejadian seleksi alam.
- Menurut Hardy-Weinberg frekuensi gen dalam suatu populasi akan selalu konstan dari generasi ke generasi berikutnya asalkan dipenuhi sedikit persyaratan yakni tak terjadinya mutasi, seleksi alam dan aliran gen ( genetic flow ), terjadi perkawinan acak, populasi besar dan frekuensi antara gen jantan dan betina sama.
- Spesiasi merupakan kejadian terbentuknya spesies gres yang berbeda dari nenek moyangnya.
- Mekanisme isolasi reproduksi sanggup terjadi melalui isolasi habitat, isolasi musim, isolasi tingkah laku, isolasi mekanik, isolasi gamet, terbentuknya bastar mandul dan terbentuknya bastar mati bujang.

Bab 8. Kecenderungan Baru Teori Evolusi

- Ada tiga teori asal ajakan kehidupan yang dikenal yaitu: Teori Abiogenesis yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda mati; Teori Biogenesis yang menyatakan bahwa kehidup-   an berasal dari kehidupan sebelumnya; dan Teori Evolusi Biokimia yang menyatakan bahwa   kehidupan berasal dari materi anorganik yang mengalami perubahan-perubahan secara kimiawi   sampai muncul bentuk kehidupan yang pertama.
- Bentuk kehidupan pertama merupakan senyawa kompleks (protobion) yang sanggup bermetabolisme, bereplikasi dan terdapat unsur genetik RNA di dalamnya.
- Stanley Miller dan Harold Urey berhasil mengambarkan bahwa materi organik sanggup terbentuk dari materi anorganik dengan membuat alat dan atmosfer yang hampir serupa dengan   kondisi primitif bumi.
- Teori modern wacana asal ajakan kehidupan yang paling berkembang merupakan Teori Evolusi Biokimia.
- Harun Yahya beropini bahwa kehidupan merupakan hasil ciptaan yang sudah dirancang dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Esa.
- Kelemahan Teori Evolusi Darwin disebabkan masih minimnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi molekuler yang sanggup dijadikan sebagai penterang Teori Evolusi Darwin.

Bab 9. Bioteknologi

- Bioteknologi merupakan teknologi pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan produk  yang berkhasiat bagi manusia.
- Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bioteknologi dibedakan men jadi dua jenis, yakni bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
- Rekayasa genetika merupakan suatu metode biokimiawi atau manipulasi gen, dengan cara menyisip kan ( insert ) atau menggabungkan gen yang dikehendaki ke dalam suatu organisme.
- Ciri atau sifat dari bioteknologi konvensional, antara lain: masih menerapkan teknik-teknik biologi,  bioteknologi, dan rekayasa genetika yang terbatas, masih memakai mikroorganisme  seadanya, belum membuatkan teknik hingga tingkatan molekuler yang terarah, belum  sepenuhnya steril (bebas dari mikrobia yang tak diinginkan), jumlah produknya relatif sedikit,  serta kualitasnya belum terjamin.
- Produk-produk lain dari bioteknologi konvensional, antara lain: materi bakar (metana, etana, dan  propana), enzim (enzim -amilase, lipase, dan proteinase), metabolit primer (asam-asam organik dan  alkohol), metabolit sekunder (zat warna dan antibiotik), dan asam amino (zat glutamat dan lisin).
- Metode-metode mutakhir bioteknologi ( currents methods of biotechnology ), antara lain: kultur  jaringan dan rekayasa genetika (teknologi DNA rekombinan, transplantasi nukleus, kloning, dan  teknologi hibridoma).
- Kultur jaringan merupakan suatu teknik atau metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman  (sel, jaringan, atau organ seperti  akar, batang, daun, dan pucuk) kemudian menumbuhkan  cuilan tersebut secara aseptis (teknik untuk mendapat kondisi suci hama) di dalam atau di atas medium budidaya ( in vitro ). - - - Dengan demikian, bagian-bagian tumbuhan tersebut dapat  memperkaya diri dan sanggup menjadi tumbuhan kompleks kembali.
- Transplantasi atau pemindahan nukleus dari satu sel ke sel yang lain sanggup menghasilkan indi- vidu yang baru.
- Kloning merupakan suatu metode untuk menghasilkan keturunan atau individu yang identik secara  genetik dengan induknya.
- Teknologi hibridoma merupakan suatu metode penggabungan (fusi) dua macam sel dari organisme  yang sama atau berbeda untuk mendapat sel hibrid (hibridoma) yang memiliki kombinasi  kedua sifat tersebut.
- Mikroorganisme yang dikembangkan dalam bioteknologi bisa mengubah materi mentah  menjadi terdapat nilai tambah lebih tinggi, contohnya pada  pembuatan makanan dan mengubah  materi pangan, pembuatan obat-obatan, membasmi hama tanaman, menanggulangi masalah  pencemaran, dan pemisahan bijih logam. 
- Bioteknologi menghasilkan dampak positif dan negatif pada sains, lingkungan, teknologi, dan  mayarakat.
- Dampak positif bioteknologi, antara lain: menghasilkan pembasmi hama tanaman, menghasilkan  tumbuhan pengikat nitrogen, berperan dalam pengelolaan limbah, dalam pemisahan logam dari  bijihnya, dan menghasilkan bayi tabung.
- Dampak negatif bioteknologi, antara lain: mengancam kelestarian alam, menghasilkan gulma- gulma super, serta sanggup mengancam kesehatan.

Demikianlah informasi wacana kumpulan ringkasan atau rangkuman materi pelajaran biologi Sekolah Menengan Atas kelas 12 semester 1 dan 2 kompleks. Semoga bermanfaat.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Saturday, December 22, 2018

Jenis/Macam-Macam Volume Udara Pernapasan Insan Lengkap, Kapasitas Paru-Paru

Jenis/Macam-Macam Volume Udara Pernapasan Manusia Lengkap, Kapasitas Paru-Paru - Volume udara pernapasan insan dibagi sedikit jenis/macam. Tujuan utama dari proses bernapas merupakan memasukkan oksigen segar ke dalam  paru-paru (alveoli) secara terus-menerus. Volume udara yang masuk dan keluar paru-paru sanggup berbeda-beda. Kali ini akan dibahas wacana macam-macam volume udara pernapasan pada manusia, pengertian udara residu dan cadangan, pengertian udara komplementer, rumus kapasitasi total pernapasan/paru-paru.

Ketika istirahat, volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru hanya sedikit. Akan tenamun, ketika berolahraga, volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru bertambah besar sesuai dengan kebutuhan. Volume udara pernapasan di dalam paru-paru sanggup dibagi menjadi sedikit macam. Untuk mengetahui volume udara dalam proses pernapasan dipakai alat ukur yang disebut spirometer. Berikut ini macam-macam volume udara pernapasan pada manusia:

Macam-Macam Volume Udara Pernapasan Pada Manusia


1. Udara Pernapasan Biasa/Volume Tidal/Udara Pernapasan/UP
Volume Tidal merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada ketika pernapasan biasa/pernapasan normal/istirahat. Volume udara yang masuk dan keluar sekitar 500 ml.

2. Udara Cadangan Inspirasi/Udara Komplementer/UK
Pengertian udara komplementer merupakan udara yang sanggup masuk ke paru-paru dengan menarik nafas/inspirasi sedalam-dalamnya sehabis melaksanakan pernapasan biasa. Atau sanggup diartikan juga volume udara yang masih sanggup dihirup sehabis wangsit biasa/tidal. Besarnya udara komplementer merupakan sekitar 3000 ml.

3. Udara Cadangan EkspirasI/Udara Suplementer/US
Pengertian udara suplementer merupakan udara yang sanggup keluar dari paru-paru dengan menghembuskan nafas/ekspirasi sekuatnya sehabis melaksanakan pernapasan biasa. Atau sanggup diartikan juga volume udara yang masih sanggup dikeluarkan sehabis ekspirasi biasa/tidal. Besarnya udara suplementer merupakan sekitar 1500 ml.

4. Udara Cadangan/Residu/UR
Pengertian udara residu merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga semoga paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. Atau juga sanggup diartikan volume udara yang tersisa sehabis melaksanakan ekspirasi maksimal. Volume residu tak sanggup dikeluarkan dengan ekspirasi biasa. Volume residu disebut juga dengan udara cadangan. Besarnya udara residu merupakan sekitar 1200 ml.

Macam Volume Udara Pernapasan Manusia Lengkap Jenis/Macam-Macam Volume Udara Pernapasan Manusia Lengkap, Kapasitas Paru-Paru

Kapasitas Vital merupakan jumlah volume total dari volume tidal, volume suplemen, dan volume komplemen. Dengan kata lain, kapasitas vital merupakan volume maksimal udara yang sanggup dihembuskan sehabis wangsit maksimal. Kapasitas total paru-paru merupakan jumlah volume residu ditambah kapasitas vital paru-paru. Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml. Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang hingga di alveolus , sisanya hanya hingga akses pernapasan. Jumlah oksigen yang dibutuhkan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.

Kapasitas Paru-Paru merupakan kemampuan paru-paru untuk menampung udara pernafasan. Kapasitas paru-paru disebut juga volume udara pernafasan.

Rumus Kapasitas Total Paru-Paru


1. Kapasitas Vital Paru-Paru : KVP

Merupakan volume udara yang sanggup keluar masuk secara maksimal dari paru-paru atau ke paru-paru. Kapasitas vital pru-paru adalah hsil penjumlahan dari volume udara pernafasan (UP) , udara komplementer (UK), dan udara suplementer (US). Kapasitas paru-paru sanggup dihitung dengan rumus , sebagai berikut :

KVP = UP + UK + US

Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital paru-paru merupakan sebesar 5000 ml

2. Volume Total Paru-Paru : VTP

Merupakan volume udara yang sanggup ditampung oleh paru-parusecara maksimal. Kapasitas total paru-paru adalah penjumlahan dari kapasitas vital paru-paru (KVP) dengan udara residu (UR). Kapasitas total paru-paru sanggup dihitung dengan rumus sebagai berikut :

VTP = KVP + UR

Demikianlah pembahasan kompleks wacana macam-macam volume udara pernapasan pada manusia beserta rumus kapasitas total pernapasan dan paru-paru. Semoga artikel bahan diatas bermanfaat untuk kau sesobat semua dalam berguru biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Pengertian Ilham Dan Ekspirasi Lengkap Dengan Gambar Penjelasannya

Pengertian Inspirasi dan Ekspirasi Lengkap Dengan Gambar Penterangannya - Pada dasarnya proses pernapasan pada insan dibagi menjadi 2 tahap adalah tahap pandangan gres dan ekspirasi. Kali ini akan membahas wacana apa itu pengertian inspirasi, pengertian ekspirasi, gambar pandangan gres dan ekspirasi. Untuk lebih terangnya baca pembahasannya berikut ini.

Pengertian Inspirasi merupakan suatu proses ketika udara masuk ke dalam paru-paru. Sedangkan pengertian ekspirasi merupakan proses ketika udara keluar dari paru-paru. Inspirasi terjadi ketika diafragma berkontraksi. Diafragma merupakan struktur otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Ketika berkontraksi, permukaan diafragma menjadi datar. Pada ketika yang bersamaan, otot-otot antartulang rusuk berkontraksi sesampai lalu tulang-tulang rusuk akan terangkat. Hal ini menimbulkan volume rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada mengakibatkan menurunnya tekanan udara di dalam paru-paru sesampai lalu udara akan masuk ke paru-paru.

Pada ketika ekspirasi, otot diafragma akan berelaksasi kembali ke bentuk semula. Pada ketika yang bersamaan, otot-otot antar tulang rusuk akan berelaksasi. Relaksasi dari kedua jenis otot ini mengakibatkan mengecilnya volume rongga dada. Akibatnya, udara akan bergerak keluar. Berikut ini citra proses pandangan gres dan ekspirasi:

Pengertian Inspirasi dan Ekspirasi Lengkap Dengan Gambar Penterangannya  Pengertian Inspirasi dan Ekspirasi Lengkap Dengan Gambar Penterangannya

Demikianlah pembahasan wacana pengertian pandangan gres dan ekspirasi kompleks dengan gambarannya. Semoga artikel bahan diatas bermanfaat buat kau dalam berguru biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Bagian Organ Pernapasan Insan Lengkap Dengan Gambar Dan Penjelasannya

Bagian Organ Pernapasan Manusia Lengkap Dengan Gambar dan Penterangannya - Sistem pernapasan insan terdapat organ-organ pernapasan yang menunjang proses pernapasan. Organ-organ pernapasan insan tersebut terdapat struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Kali ini admin akan membahas perihal macam-macam organ-organ pernapasan manusia, jenis-jenis alat pernapasan pada manusia, bagian organ pernapasan pada manusia, struktur dan fungsi organ-organ pernapasan manusia mirip hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan alveous. Untuk lebih terangnya baca pembahasan kompleksnya berikut ini:

Organ-Organ Pernapasan Pada Manusia dan Penterangannya


1. Hidung

Hidung merupakan alat pernapasan pertama yang dilalui oleh udara. Ujung hidung ditunjang oleh tulang rawan dan pangkal hidung ditunjang oleh tulang nasalis. Kedua tulang hidung menghubungkan rongga hidung dengan atmosfer untuk mengambil udara.

Rongga hidung tersusun atas sel-sel epitel berlapis pipih dengan rambut-rambut kasar. Rambut-rambut agresif tersebut berfungsi menyaring debu-debu kasar. Rongga hidung tersusun atas sel-sel epitel berlapis semu bersilia yang terdapat sel goblet. Sel goblet merupakan sel penghasil lendir yang berfungsi menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, dan  mengatur suhu udara pernapasan. Sebagai indra pembau, pada atap atau rongga hidung terdapat lobus olfaktorius yang mempunyai kandungan sel-sel pembau.

2. Faring

Udara sehabis melewati rongga hidung akan masuk ke faring. Faring merupakan jalan masuk penghubung antara rongga hidung dan tenggorokan dengan panjang kurang lebih 12,5–13 cm. Faring terdiri atas tiga bab yakni nasofaring, orofaring, dan laringofaring. Faring  merupakan pertemuan antara jalan masuk pernapasan dan jalan masuk pencernaan. Oleh lantaran itu, saat menelan makanan, suatu katup (epiglotis) akan menutup jalan masuk pernapasan (glotis) sesampai kemudian kuliner akan masuk ke jalan masuk pencernaan.

3. Laring

Setelah melewati faring, udara akan menuju laring. Laring kerap disebut sebagai kotak bunyi lantaran di dalamnya terdapat pita suara. Laring merupakan suatu jalan masuk yang dikelilingi oleh sembilan tulang rawan. Salah satu dari sembilan tulang rawan tersebut merupakan tulang rawan tiroid yang berbentuk mirip perisai. Pada pria dewasa, tulang rawan tiroid lebih besar daripada perempuan sesampai kemudian membentuk apa yang disebut dengan jakun.

4. Trakea

Setelah dari laring, udara akan masuk ke dalam trakea. Trakea disebut juga “pipa angin” atau jalan masuk udara. Trakea terdapat panjang kurang lebih 11,5 cm dengan diameter 2,4 cm. Trakea tersusun atas empat lapisan, ialah lapisan mukosa, lapisan submukosa, lapisan tulang rawan, dan lapisan adventitia. Lapisan mukosa terdiri atas sel-sel epitel berlapis semu bersilia yang mempunyai kandungan sel goblet penghasil lendir (mucus). Silia dan lendir berfungsi menyaring abu atau kotoran yang masuk. Lapisan submukosa terdiri atas jaringan ikat. Lapisan tulang rawan terdiri atas kurang lebih 18 tulang
rawan berbentuk abjad C. Lapisan adventitia terdiri atas jaringan ikat.

5. Bronkus

Trakea bercabang menjadi dua bronkus yang masing-masing menuju paru-paru. Di dalam paru-paru, bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Pada ujung-ujung bronkiolus, terdapat sekumpulan kantung udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli). Dinding alveoli hanya dilapisi oleh satu lapis epitel pipih yang berfungsi sebagai permukaan respirasi. Di sekitar alveolus terdapat kapiler-kapiler pembuluh darah. Dinding kapiler pembuluh darah tersebut sangat berdekatan dengan alveolus sesampai kemudian membentuk membran respirasi yang sangat tipis. Membran yang tipis ini mecukupkan terjadinya difusi antara udara alveolus dan darah pada kapiler-kapiler pembuluh darah. Bronkus, bronkious, dan alveolus membentuk satu struktur yang disebut paru-paru.

Demikianlah penterangan perihal macam-macam organ-organ pernapasan pada manusia kompleks dengan penterangannya. Semoga membantu kau dalam berguru biologi dan mengerjakan PR/Tugas biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Pengertian Pernapasan Eksternal, Internal Dan Selular Lengkap Dengan Gambar

Pengertian Pernapasan Eksternal, Internal dan Selular Lengkap Dengan Gambar - Pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida. Untuk  melakukan  proses pernapasan, diharapkan organ-organ khusus. Organ-organ tersebut terdapat struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Pernapasan sanggup dibagi menjadi tiga macam, yakni pernapasan eksternal, internal dan selular. Kali ini admin akan membahas apa itu pengertian pernapasan eksternal, pengertian pernapasan internal dan pengertian pernapasan selular.

Pengertian pernapasan eksternal merupakan pertukaran udara antara darah dan atmosfer. Pengertian pernapasan internal merupakan pertukaran udara yang terjadi antara darah dan sel-sel tubuh. Sedangkan pengertian pernapasan selular merupakan proses kimia yang terjadi di dalam mitokondria sel-sel tubuh. Berikut ini citra pernapasan eksternal, internal dan selular:

 Internal dan Selular Lengkap Dengan Gambar Pengertian Pernapasan Eksternal, Internal dan Selular Lengkap Dengan Gambar

Demikianlah pembahasan kompleks dan singkat ihwal pengertian pernapasan eksternal, internal dan selular. Semoga bermanfaat buat kau dalam berguru biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Friday, December 21, 2018

Sistem Pernapasan Binatang Serangga, Laba-Laba, Udang-Udangan, Cacing, Protozoa

Sistem Pernapasan Hewan Serangga, Laba-Laba, Udang-Udangan, Cacing, Protozoa -  Sistem pernapasan pada binatang avertebrata berbeda dengan binatang vertebrata. Kali ini admin akan membahas perihal sistem pernapasan pada binatang avertebrata, sistem pernapasan pada serangga, laba-laba, udang-udangan, cacing, protozoa. Sistem pernapasan pada binatang berbeda-beda untuk tiap kelompok binatang tertentu. Sebelumnya sudah dibahas perihal pernapasan pada binatang vertebrata ibarat mamalia, aves, pisces, amfibia dan reptilia. Kali ini akan dibahas perihal sistem pernapasan pada binatang avertebrata, dalam hal ini merupakan pernapasan pada serangga, laba-laba, udang-udangan, cacing dan protozoa. Untuk lebih terangnya baca pembahasannya dibawah ini.

 Sistem pernapasan pada binatang avertebrata berbeda dengan binatang vertebrata Sistem Pernapasan Hewan Serangga, Laba-Laba, Udang-Udangan, Cacing, Protozoa

Sistem Pernapasan pada Serangga

Sistem pernapasan pada serangga disebut sistem trakea. Bentuknya berupa anyaman-anyaman tabung yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang-cabang kecil pada trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeol. Trakea bermuara pada Jubang kecil yang disebut stigma (spirakel). Spirakel berfungsi sebagai saluran dan keluarnya udara pernapasan. Belalang merupakan serangga yang terdapat sepuluh pasang spirakel, dua pasang spirakel terletak di bab dada dan delapan pasang lainnya terletak di sisi samping perut. Spirakel tersebut dilindungi oleh bulu yang membantu menepiskan debu dan benda-benda aneh lain dan udara sebelum masuk ke trakea. Spirakel terdapat katup yang sanggup membuka dan menutup.

Pada waktu belalang menarik napas, otot pada kerangka luar mengendur, tubuh serangga mengembang. Keadaan ini mengakibatkan udara dan luar masuk melalui spirakel menuju ke dalam trakea, kemudian melalui trakeol hingga ke sel-sel tubuh. Pada waktu otot kerangka luar berkontraksi, tubuh belalang mengempis. Akibatnya, udara dan trakea terdesak menuju spirakel untuk dikeluarkan.

Mekanisme pernapasan pada serangga mencakup tiga fase, yaitu fase inspirasi, pertukaran gas, dan ekspirasi. Fase ide memerlukan waktu seperempat detik, spirakel kawasan dada membuka. Fase pertukaran gas memerlukan waktu sekitar satu detik, spirakel kawasan dada ataupun perut menutup. Fase ekspirasi memerlukan waktu sekitar sath detik, spirakel kawasan perut terbuka selama kurang lebih sepertiga detik.

Serangga yang hidup di air rnempunyai alat pernapasan yang berupa insang trakea. Insang trakea merupakan alat pernapasan yang berbentuk tabung, berdinding tipis dengan kaya trakeol,dan terdapat permukaan luas. Perrnukaan yang luas akan meningkatkan proses difusi oksigen dan dalam air menuju sistem trakea.

Larva nyamuk yang hidup di air mempunyai tabung pernapasan yang sanggup dijulurkan ke permukaan air. Tabung tersebut bekerjasama dengan sistem trakea dalam tubuhnya. Beberapa serangga air dewasa, contohnya kumbang air, terdapat cadangan udara yang tersimpan di bawah adminpnya. Kumbang air berenang ke permukaan air untuk bernapas. Sebagian udara yang diisap akan disimpan untuk dipakai pada waktu berada di dalam air.

Darah serangga tak mempunyai kandungan hemoglobin sesampai kemudian tak sanggup mengikat oksigen. Oleh alasannya ialah itu, darah serangga tak berwarna merah. Setelah masuk ke dalam trakea, oksigen menuju ke trakeol,
kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh secara difusi. Karbon dioksida yang merupakan sisa dan pernapasan, dikeluarkan juga rnelalui sistem trakea yang bermuara pada spirakel.

Sistem Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-Laba

Alat pernapasan kalajengking dan laba-laba merupakan paru-paru buku. Paru-paru buku tersebut terletak di sisi tubuh bab bawah. Biasanya, paru-paru buku berupa dua buah kantong. Masing-masing terdiri atas lipatan serupa lembaran daun yang berjumlah lima belas hingga kemudian dua puluh lembar.

Lipatan tersebut terbentuk dari lapisan epitel permukaan tubuh yang melekuk ke arah dalam dan membentuk helaian-helaian dalam suatu rongga. Setiap helaian itu bekerjasama dengan udara luar rnelalui lubang spirakel. Melalui lipatan-lipatan itu, darah mengalir di dalam paru-paru buku. Udara masuk melalui stigma, kemudian menyebar di dalam ruang-ruang di antara lipatan-lipatan sesampai kemudian bekerjasama pribadi dengan darah.

Sistern Pernapasan pada Udang-udangan

Hewan-hewan kelompok kelas udang-udangan (Crustacea) yang hidup di air, bernapas dengan insang. Pada umumnya, masing-masing terdapat di rongga atau kamar insang. Kamar-kamar insang terletak di antara branchiostegit (pelindung insang) dan dinding badan.

Di permukaan insang kaya terdapat pembuluh darah dengan membran yang tipis. Oleh alasannya ialah itu. proses pemasukan oksigen dari lingkungan ke darah dan pengeluaran karbon dioksida dan darah ke lingkungan yang berlangsung secara difusi, sanggup terjadi dengan cepat dan efisien.

Keadaan insang binatang kelas udang-udangan bergantung kepada jenis dan habitatnya. Pada umumnya, kalau kemampuan hidup di darat makin meningkat, insang mengalami penyusutan. Kepiting yang hidup di kawasan pasang surut terbawah mempunyai 26 insang, binatang yang hidup di kawasan Iebih bersahabat dengan daratan mempunyai 18 insang, lagikan yang hidup di pantai mempunyai 12 insang.

Jenis udang-udang lain yang sanggup hidup di air dan darat mempunyai rongga insang dengan kaya pembuluh darah. Pada kepiting darat, pertukaran udara terjadi dalam rongga insang. Insang menonjol ke dalam rongga insang yang mecukupkan terjadinya pertukaran udara.

Sistem Pernapasan pada Cacing

Cacing tanah bemapas melalui kulitnya yang tipis. Kulitnya kaya men gandung kapiler darah dan kelenjar lendir yang selalu menghasilkan lendir. Lendir berkhasiat untuk menjaga kulitnya selalu berair supaya oksigen gampang berdifusi melalui kulit. Oksigen berikatan dengan hemoglobin di dalam plasma darah membentuk oksihemoglobin, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Lendir yang terdapat pada kulit cacing tanah juga berfungsi untuk memudahkannya bergerak.

Sistem Pernapasan pada Protozoa

Hewan dan flora bersel satu tak terdapat alat pernapasan khusus. Keluar masuknya udara untuk pemapasan binatang bersel satu (protozoa), contohnya Amoeba sp., terjadi melalui selaput atau membran sel secara difusi. Menggunakan oksigen untuk keperluan oksidasi, kadar oksigen di dalam tubuhnya berkurang, lagikan kadar karbon dioksida bertambah.

Hal ini mengakibakan terjadinya perbedaan kadar oksigen di luar dan di dalam sel. Selanjutnya, oksigen berdifusi masuk ke dalam sel. Demikian juga, apabila kadar CO2 di luar sel tetap, lagikan kadar CO2 di dalam sel bertambah, CO2 diluar sel tetap, lagikan kadar CO2 di dalam sel bertambah, CO2 di dalam sel berdifusi ke luar sel.

Demikianlah pembahasan kompleks perihal sistem pernapasan pada binatang avertebrata ibarat serangga, laba-laba, udang-udangan, cacing, protozoa. Semoga bermanfaat untuk kau dalam mencar ilmu biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Thursday, December 20, 2018

Sistem Pernapasan Pada Mamalia, Aves, Reptilia, Amfibi, Pisces Lengkap

Sistem Pernapasan Pada Mamalia, Aves, Reptilia, Amfibi, Pisces Lengkap - Bagi kau yang lagi mencari ringkasan materi sistem pernapasan hewan, kali ini admin akan membahas perihal sistem pernapasan pada binatang vertebrata, sistem pernapasan pada binatang mamalia, sistem pernapasan pada aves, sistem pernapasan pada reptil, sistem pernapasan pada amfibi, sistem pernapasan pada pisces. Sistem pernapasan pada binatang vertebrata dan invertebrata berbeda-beda. Sama menyerupai manusia, binatang juga bernapas memakai oksigen.

Sistem pernapasan pada binatang berbeda dengan insan alasannya organ atau alat pernapasan juga berbeda. Dan setiap binatang contohnya menyerupai burung dan ikan terdapat sistem pernapasan yang berbeda pula. Untuk lebih terangnya mari baca pembahasan sekompleksnya dibawah ini.

Sistem Pernapasan Pada Hewan Mamalia

Hewan mamalia terdapat sistem dan prosedur pernapasan yang sama dengan manusia. Ala-alat pernapasannya terdiri atas hidung, batang tenggorok, dan paru-paru. Pada paru-paru terdapat gelembung paru-paru (aveolus) yang berdinding tipis dan terdiri atas satu lapis sel. Dinding alveolus berimpitan dengan dinding pembuluh kapiler darah yang juga terdiri atas Satu lapis sel. Oksigen masuk ke dalam kapiler darah dan karbon dioksida keluar dari kapiler darah melalui proses difusi.

Sistem Pernapasan Pada Hewan Aves

 Bagi kau yang lagi mencari ringkasan materi sistem pernapasan binatang Sistem Pernapasan Pada Mamalia, Aves, Reptilia, Amfibi, Pisces Lengkap

Alat-alat pernapasan pada aves (burung) terdin atas lubang hidung, batang tenggorok (trakea), cabang batang tenggorok (bronkus), dan paru-paru. Udara masuk melalui lubang hidung, kemudian ke batang tenggorok, cabang batang tenggorok, dan jadinya masuk ke dalam paru-paru. Di dalam paru-paru terdapat gelembung paru-paru (alveolus), daerah terjadinya pertukaran gas. Di bagian  bawah trakea terdapat alat bunyi yang disebut siring. Udara bertekanan tinggi yang melalui siring akan menggetarkan selaput bunyi di dalamnya dan menghasilkan bunyi.

Pada umumnya burung yang sanggup terbang terdapat alat bantu pernapasan berupa pundi-pundi udara. Sembilan buah pundi-pundi udara itu merupakan sebagai berikut:

    • Sepasang pundi-pundi udara di leher;
    • Sepasang pundi-pundi udara di dada potongan depan;
    • Sepasang pundi-pundi udara di perut;
    • Sepasang pundi-pundi udara di dada potongan belakang;
    • Sebuah pundi-pundi udara diantara tulang selangka yang bercabang-cabang membentuk pundi-pundi udara antartulang selangka.

Pundi-pundi udara pada burung berfungsi untuk membantu pernapasan pada waktu terbang, mengatur berat jenis tubuh, dan memperkeras bunyi yang dihasilkan oleh siring.

Pundi-pundi udara sanggup mengatur berat jenis badan burung. Hal itu dilakukan dengan cara mengisi atau mengosongkan pundi-pundi udara. Pundi-pundi udara yang berisi udara menimbulkan berat jenis badan Secara keseluruhan menurun sesampai kemudian membantu dan memudahkan burung untuk terbang. Sebaliknya, apabilah pundi-pundi udara kosong, berat jenis tubuhnya akan naik.

Pada waktu burung mengepakkan adminpnya untuk terbang, pengambilan oksigen melalui hidung mengalami kendala alasannya kontraksi otot-otot dada menekan paru-paru dan menghambat masuknya udara ke dalam paru-paru. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada waktu terbang, burung memakai cadangan udara yang ada di dalam pundi-pundi udara. Selanjutnya, udara tersebut masuk ke dalam paru-paru. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas. Oksigen diikat รณleh darah, kemudian diedarkan ke seluruh badan untuk proses oksidรกsi. Karbon dioksida dari darah dilepaskan, kemudian dibuang ke luar badan melalui hidung. Burung sesudah terbang sedikit ketika akan menghabiskan udara yang tersimpan dร lam pundi-pundi untuk bernapas. Pundi-pundi udara akan diisi kembali ketika burung hingga kemudianp di atas pohon atau melayang di udara tanpa mengepakkan adminpnya.

Sistem Pernapasan Pada Hewan Reptilia

Sistรจm pernapasan pada reptilia menyerupai dengan sistem pernapasan pada burung. Alat-alat pernapasan pada reptilia terdiri atas lubang hidung, batang tenggorok, dan paru-paru. Fase pemasukan udara (inspirasi) dan fase pengeluaran udara (ekspirasi) pada reptilia terjadi melalui prosedur pernapasan yang sama dengan mamalia.

Beberapa jenis reptilia yang hidup di air, contohnya buaya, terdapat katup pada lubang hidung, batang tenggorok, dan kerongkongannya. Dengan demikian, ketika buaya menyelam, air tak sanggup masuk ke kanal pernapasan dan kanal pencernaan.

Sistem Pernapasan Pada Hewan Amfibia

Katak merupakan binatang amfibi yang selama hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk tubuh. Seiring dengan proses metamorfosis, alat pemapasan pada katak juga mengalami perubahan. Setelah menetas, berudu katak bemapas dengan dua pasang insang luar.

Beberapa ketika kemudian, terbentuk pasangan insang yang ketiga, lagikan dua pasang yang lain menjadi bertambah besar. Lembaran-lembaran insang tersebut selalu bergetar sesampai kemudian air di sekelilingnya selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air di sekeliling insang berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah pada insang. Selanjutnya, celah-celah insang terbentuk di antara lengkung- lengkung insang bersamaan dengan terbentuknya mata pada waktu berudu berumur sekitar enam hingga sembilan hari.

Kemudian, insang luar segera menunjukkan gejala mengerut bersamaan dengan terbentuknya insang dalam. Pada umur 12 hari, terbentuklah epilog insang (operkulum) dan lipatan kulit di depan insang pada kedua sisi. Seiring dengan proses metamorfosis katak, insang dalam kemudian menghilang dan bermetamorfosis paru-paru. Setelah berudu menjadi katak dewasa, pernapasan dilakukan melalui paru-paru, kulit, dan selaput rongga mulut. Pernapasan melalui paru-paru bagi amfibi merupakan pemapasan yang utama. Pernapasan melalui paru-paru dimulai ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara, kemudian menutup lubang hidungnya sebelah dalam.

Hal ini menjadikan udara dan rongga verbal terdorong masuk ke dalam paru-paru. Pernapasan melalui kulit dilakukan katak pada ketika di dalam air ataupun di darat. Pernapasan ini sanggup terjadi alasannya kulit katak yang tipis itu kaya mempunyai kandungan kapiler darah dan perkembangan sistem pernapasan insang luar. Kulit badan katak yang selalu dijaga semoga tetap lembap atau lembap itu memudahkan oksigen yang berada di luar badan untuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah Agar kulit selalu lembap atau basah, katak menentukan habitat di sekitar kotak, rawa, sungai, dan sawah.

Selaput rongga verbal katak juga dipakai untuk bemapas. Ketika katak mengisi rongga mulutnya dengan udara, oksigen yang terkandung dalam udara berdifusi melalui selaput rongga mulut. Selanjutnya, oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke seluruh badan katak.

Sistem Pernapasan Pada Hewan Pisces

Alat pemapasan pisces (ikan) umumnya berupa insang yang berjumlah empat pasang. Letaknya di samping kiri dan kanan kepala. Masing-masing terdapat kaya lembaran yang diselubungi oleh jaringan epitel dengan kaya anyaman pembuluh darah kapiler. Permukaan insang sangat lebar, terutama pada ikan yang aktif bergerak. Gerakan cepat itu meningkatkan kecepatan aliran air pada insang.

Insang terdapat struktur yang baik untuk mengarahkan aliran air dan darah dalam pertemuan/kontak yang sangat dekat. Pertukaran gas secara efisien terjadi ketika air mengalir melalui lembaran insang dan darah yang berada di permukaan insang mengalir dengan arah yang berlawanan (countercurrent). Dengan cara demikian, sekitar 80—90% oksigen sangat efisien masuk ke aliran darah. Pada ikan bertulang keras, contohnya ikan mas, insang dilindungi oleh tutup insang. Sebaliknya, ikan bertulang rawan, contohnya hiu. tak terdapat tutup insang.

Mekanisme pernapasan pada ikan melalui fase ilham dan fase ekspirasi. Fase ilham merupakan fase pemasukan air ke dalam rongga mulut. Penutup insang menyamping, tenamun celah belakang masih tertutup selaput sesampai kemudian rongga verbal membesar. Keadaan ini menimbulkan tekanan udara dalam rongga verbal lebih kecil daripada tekanan udara di luar. Kemudian, bersamaan dengan membukanya celah mulut, air masuk ke dalam rongga mulut. Fase ekspirasi yaitu fase pengikatan O2 dan air dan pelepasan CO2  dan dalam tubuh. Setelah rongga verbal penuh berisi air, celah verbal tertutup, dan celah insang membuka. Bersamaan dengan itu air didorong melewati lembaran insang sesampai kemudian terjadi pertukaran gas. Darah di dalam pembuluh kapiler selaput insang melepaskan CO2, ke dalam air dan mengikat O2 dan air. Sebagian besar jenis ikan terdapat organ gelembung renang yang mempunyai dua macam fungsi, yaitu untuk mengatur berat badan semoga sanggup naik turun di dalam air dan sebagai daerah cadangan oksigen.Beberapa jenis ikan, contohnya ikan gabus, ikan lele, ikan betok, dan ikan gurami, mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut labirin. Labirin merupakan lipatan-lipatan yang tak teratur sebagai ekspansi rongga insang untuk menyimpan udara. Dengan terdapat labirin, ikan sanggup hidup di dalam air yang berkadar oksigen rendah, contohnya pada lingkungan berlumpur.

Ada juga sedikit jenis ikan yang bernapas dengan paru-paru. Misalnya, ikan paru-paru australia (Neoceratodus sp.), ikan paru-paru afrika (Protopterus sp.), dan ikan paru-paru amerika selatan (Lepidosiren sp.). Ikan ini terdapat sebuah atau sepasang gelembung udara yang dipakai sebagai paru-paru, disebut pulmosis.

Demikianlah pembahasan perihal sistem pernpasan pada binatang vertebrata menyerupai mamalia, aves, reptilis, amfibia dan pisces kompleks dengan penterangannya. Semoga bermanfaat buat kau dalam berguru biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Pengertian Respirasi Lengkap Dengan Macam-Macam Respirasi

Pengertian Respirasi Lengkap Dengan Macam-Macam Respirasi - Dalam biologi ada istilah respirasi, tahukah kau apa itu respirasi ?. Kali ini admin akan membahas ihwal apa itu respirasi, pengertian respirasi. Semua makhluk hidup dibumi ini terdapat sistem respirasi. Respirasi artinya pernapasan. Pengertian respirasi merupakan proses mulai dari pemasukan udara, pengambilan oksigen (O2) dan penggunaan oksigen untuk oksidasi, hingga dengan pengeluaran zat-zat sisa pernapasan. Oksigen di dalam badan dipakai untuk aben zat-zat makanan atau proses oksidasi.

Pengertian Respirasi Lengkap Dengan Macam Pengertian Respirasi Lengkap Dengan Macam-Macam Respirasi

Peristiwa oksidasi di dalam sel-sel badan disebut juga oksidasi biologi. Oksidasi biologi menghasilkan energi dan mengeluarkan zat sisa berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air. Jadi, tujuan dari pernapasan merupakan untuk mendapat energi. Pernapasan secara tak pribadi terjadi dua tahap. Tahap pertama disebut respirasi luar (eksternal), ialah proses pemasukan oksigen dari luar badan ke dalam aliran darah dan mengeluarkan karbon dioksida melalui paru-paru. Tahap kedua disebut respirasi dalam (internal), ialah proses pertukaran gas dari aliran darah ke sel-sel badan dan sebaliknya. Proses tersebut mencakup proses pengikatan oksigen dan pelepasan karbon dioksida oleh sel-sel tubuh. Kedua proses itu terjadi di dalam badan serta berlangsung cepat dan terus-menerus.

Berikut sedikit proses respirasi yang mencakup :

Bernafas ,yaitu mengambil dan mengeluarkan napas:
    - pertukaran gas,yaitu dari gas O2 ke CO2 antara sel dengan lingkunganya
    - reaksi enzim,terjadi reaksi enzim sitokrom pada penggunaan oksigen dalam badan ,

Berdasarkan dari daerah terjadinya penukaran gas, pernapasan dibedakan menjadi 2 yaitu:
    - Pernapasan pribadi ,oksigen dari lingkungan berdifusi kedalam sel dan oksigen di lepas ke lingkungan .
    - Penapasan tak pribadi ,pertukaran gas antara lingkungan dan sel badan di perlukan alat pernapasan.

Penapasan tak pribadi terjadi melalui sbb:
    - Pernapasan luar ,yaitu terjadi difusi gas dari luar masuk kedalam aliran darah
    - Pernapasan dalam ,yaitu pertukaran gas yang berasal dari aliran darah denga sel tubuh,

Berdasarkan kebutuhan oksigen pernapasan maka pernapasan/respirasi di bagi menjadi 2 bab yaitu:
    - Respirasi aerob, ialah serangkaian reaksi yang menghasilkan energi yang membutuhkan oksigen (menghasilkan 38 atp)
    - Respirasi anaerob ,serangkaian reaksi yang menghasilkan energi ,yang tak mebutuhkan oksigen (menghasilkan 2 atp)

Respirasi jangka waktu terdapat dua makna yang relatif berbeda dalam biologi. Pertama, respirasi merupakan proses dimana suatu organisme membutuhkan oksigen ke dalam badan dan kemudian melepaskan karbon dioksida dari tubuhnya. Dalam hal ini, respirasi sanggup dianggap sebagai kira-kira setara dengan “bernapas.” Dalam sedikit kasus, makna ini istilah diperpanjang berarti transfer oksigen dari paru-paru ke aliran darah dan, akhirnya, menjadi sel-sel. Di sisi lain, cukup merujuk pada pelepasan karbon dioksida dari sel ke dalam aliran darah dan, dari situ, ke paru-paru.

Kedua, respirasi juga mengacu pada reaksi kimia yang terjadi dalam sel dimana makanan “dibakar” dan diubah menjadi karbon dioksida dan air. Dalam hal ini, respirasi merupakan kebalikan dari fotosintesis, perubahan kimia yang terjadi pada tanaman dimana karbon dioksida dan air diubah menjadi senyawa organik kompleks. Untuk membedakan dari makna pertama respirasi, ini “pembakaran” makanan juga disebut respirasi sebagai aerobik.

Demikianlah pembahasan kompleks ihwal pengertian respirasi dan macam-macam respirasi. Semoga bermanfaat buat kau semua.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Pengertian Respirasi Aerob Dan Anaerob Lengkap Dengan Perbedaannya

Pengertian Respirasi Aerob dan Anaerob Lengkap Dengan Perbedaannya - Pada dasarnya respirasi ada 2 macam yaitu respirasi Aerob dan respirasi Anaerob. Apa pengertian respirasi aerob dan anaerob serta apa saja perbedaannya ?. Kali ini admin akan membahas wacana pengertian respirasi aerob dan anaerob, perbedaan respirasi aerob dan anaerob. Sebelum membahas wacana apa itu respirasi aerob dan anaerob, terlebih dahulu kau harus mengerti apa arti respirasi itu sendiri. Respirasi diartikan sebagai sebuah proses pergerakan atau mobilisasi energi oleh makhluk hidup dengan cara memecah senyawa dengan energi tinggi yaitu SET yang dipakai untuk penyokong acara dalam keseharian makhluk hidup tersebut.

Pengertian Respirasi Aerob dan Anaerob Lengkap Dengan Perbedaannya Pengertian Respirasi Aerob dan Anaerob Lengkap Dengan Perbedaannya

Pengertian Respirasi Aerob dan Anaerob

Pengertian Respirasi Aerob

Respirasi aerob merupakan sebuah reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobic dengan proses keberadaan oksigen sangat diharapkan yang menghasilkan energi dengan jumlah yang besar. Energi yang disimpan dalam bentuk kimiawi yang dikenal dengan arahan ATP. Energi ATP dipakai oleh sel dalam badan makhluk hidup untuk menunjang pertumbuhan, gerak, transportasi, reproduksi dan kegiatan yang lainnya. Untuk lebih simpelnya, rumus aerob digambarkan secara mudah yaitu:

C6H12+6O2=6HCO2+6H2O

Respirasi aerob dibagi dalam 3 tahapan yaitu:

1. Glikolisis merupakan proses pemecahan molekul C6 atau glukosa yang menjadi senyawa asam piruvat atau dikenal dengan rumus kimia C3.
2. Siklus krebs, yaitu reaksi molekul aseil CoA yang lalu menghasilkan oksalosetat dan asam sitrat.
3. Transpor electron, merupakan reaksi reduksi atau oksidasi NADH2 dan molekul FADH2 yang balasannya menghasilkan H2O energi berupa ATP.

Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tak memerlukan oksigen atau O2.  Respirasi anaerob terjadi di bab sitoplasma yang bertujuan mengurangi senyawa organik. Respirasi anaerob menghasilkan sejumlah energi yang lebih kecil yaitu 2 ATP. Proses respirasi anaerob didapati pada reaksi fermentasi dan pernapasan intra molekul. Respirasi anerob, glukosa dipecah secara tak tepat menjadi komponen H2O dan CO2. Di respirasi anaerob, hidrogen bergabung bersama sejumlah komponen yaitu Asam Piruvat, Asetaldehida yang selanjutnya membentuk asam laktat dan etanol.

Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob

Berikut ini perbedaan respirasi aerob dan anaerob merupakan sebagai berikut:

 1. Respirasi Aerob:

    - Memerlukan oksigen
    - Proses yang terjadi dalam matriks mitokondria
    - Untuk memecah senyawa organik ke an-organik menghasilkan energi dalam jumlah besar yaitu 36 ATP

2. Respirasi Anaerob:

    - Tidak memerlukan kehadiran oksigen dalam prosesnya
    - Berlangsung dalam sitoplasma
    - Tujuan untuk mengurangi senyawa organik
    - Menghasilkan energi namun dalam jumlah sedikit yaitu 2 ATP

Demikianlah pembahasan wacana pengertian respirasi aerob dan aneraob serta perbedaan respirasi aerob dan anaerob. Semoga bermanfaat buat kau dalam berguru biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Organ/Alat Pernapasan Binatang Vertebrata Dan Avertebrata Lengkap Dengan Fungsinya

Organ/Alat Pernapasan Hewan Vertebrata dan Avertebrata Lengkap Dengan Fungsinya - Pada binatang vertebrata dan avertebrata terdapat alat pernapasan tertentu yang berbeda dengan yang lain. Kali ini admin akan membahas wacana organ/alat pernapasan binatang vertebrata, organ pernapasan pada mamalia dan fungsinya, organ pernapasan/respirasi pada avertebrata dan fungsinya. Alat atau organ pernapasan pada binatang vertebrata dan avertebrata terdapat perbedaan alasannya fungsinya juga berbeda. Untuk lebih terangnya, yuk baca pembahasannya berikut ini.

Alat Pernapasan Hewan Vertebrata dan Avertebrata Lengkap Dengan Fungsinya Organ/Alat Pernapasan Hewan Vertebrata dan Avertebrata Lengkap Dengan Fungsinya

Organ Pernapasan Pada Hewan Vertebrata

1. Insang

Berdasarkan letaknya, insang dibedakan menjadi msang luar dan insang dalam. Insang luar terdapat pada larva ikan dan anifibi lagikan insang dalam terdapat pada ikan dewasa. Insang dalam pada ikan dilindungi oleh tutup insang (operkulum).

2. Paru-Paru

Semua vertebrata yang hidup di darat, termasuk mamalia yang hidup di air, bernapas dengan paru-paru. Semua vertebrata yang bernapas dengan paru-paru memasukkan udara melalui lubang hidung (nares) yang bekerjasama dengan langit-langit rongga mulut.

- Paru-Paru Amfibi.
Paru-paru pada amfibi cukup umur masih sangat simpel.. yakni berupa kantong tipis dengan sedikit lipatan-lipatan membentuk alveoli didalamnya. Luas permukaan respirasinya hanya sekirar 20 cm2 alasannya struktur paru-paru masih simpel. Amfibi tak terdapat leher sesampai kemudian paru-paru terletak akrab dengan lingkungan luar ronfgga lisan yang terbuka). Kesimpelan struktur paru-paru ini menjadikan kebutuhan oksigen pada tubuhnya tak tercukupi banya dan paru-paru sesampai kemudian memakai kulit dan permukaan dinding cavum oris (selaput mulut) sebagai alat bantu pemapasan. Pertukaran gas Ierjadi path dinding alveoli yang penuh dengan anyaman kapiler-kapiler darak Pernapasan melalui kulit itu sanggup berlangsung baik di darat inginpun di air.

-Paru-Paru Reptilia.
Keadaan paru-paru reptilia sudah lebih baik daripada paru-paru amfibi. Paru-paru reptilia terdapat sekat-sekat pemisah yang tumbuh sebagai lipatan-lipatan pada dinding dalam yang memperluas permukaan respirasi. Bentuk paru-paru tersebut menyesuaikan bentuk tubuhnya, contohnya berbentuk kecil dan memanjang pada ular.

- Paru-Paru Aves.
Paru-paru ayes (burung) terdapat pada ujung bronkeolus, berjumlah sepasang, dan menempel pada dinding punggung rongga dada. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut pleura. Paru-parunya bersifat kompak dan penuh dengan pembuluh darah. Secara umum, paru-paru burung berukuran kecil, namun pada burung yang bisa terbang terdapat kantong udara (saccus pneumaticus) yang membantu mencukupi kebutuhan oksigen pada waktu terbang. Paru-paru terdapat struktur yang tersusun dan kaya pembuluh halus atau kanal yang terbuka di kedua ujungnya. Di situlah udara secara terus-menerus bertukar dengan aliran yang searah. Ketika menghirup udara, semua kantong udara dipenuhi. Kantong udara pada bab posterior (belakang tubuh) diisi dengan udara higienis yang kaya mempunyai kandungan oksigen, lagikan kantong udara di bab anterior (depan tubuh) diisi dengan udara dari paru-paru. Ketika mengembuskan napas, udara keluar dan kantong udara. Alirannya berasal dan kantong udara posterior menuju paru-paru, kemudian dan anterior ke luar badan melalui bronkus.

- Paru-Paru Mamalia.
Paru-paru pada binatang menyusui terdapat struktur lebih kompleks yang terdiri atas sedikit lobus. Alat pernapasan mamalia yang hidup di air, contohnya lumba-lumba dan paus,juga paru-paru. Namun, pada trakea (batang tenggorok) mamalia tersebut terdapa.sekat-sekat yang mencegah air masuk ke dalam paru-paru. Biasanya, pada waktu binatang itu menarik napas, air ikut masuk. Tenamun, air terhenti pada sekat pertama, kemudian disemprotkan ke luar melalui lubang hidung.Paru-paru pada insan merupakan organ lembut, padat, dan sangat elastis. Sebagian besar jaringannya tersusun dan berjuta-juta kantong udara (alveoli; jamak) berukuran mikroskopis menyerupai setandan buah anggur. Masing-masing dilayani oleh sebuah bronkiolus yang sangat kecil. Jaringan pembuluh kapiler mengelilingi kantong udara (alveolus;tunggal) untuk menyuplai darah melalui arteri paru-paru dan akhimya menyalurkannya pada vena paru-paru.

Organ Pernapasan Pada Hewan Avertebrata

1. Difusi

Pertukaran gas dalam organ pernapasan terjadi alasannya perbedaan konsentrasi oksigen dan karbon dioksida pada lingkuu an dan sel-sel tubuh. Molekul oksigen dan karbon dioksida yang bergerak dari kawasan berkonsentrasi tinggi ke kawasan konsentrasi rendah disebut proses difusi. Difusi berlangsung
secara efektif apabila terdapat perbedaan konsentrasi yang sangat tinggi.

Proses difusi dibedakan menjadi difusi sel dan difusi epidermal. Difusi sel terjadi melalui membran sel pada binatang bersel satu. Pada Porifera dan Coelenterata difusi berlangsung melalui membran sel-sel di permukaan tubuhdan selanjutnya ke sel-sel yang letaknya lebih dalam. Difusi epidermal terjadi pada binatang cacing tanah. Pertukaran gas berlangsung melalui kulit luar badan (epidermis).

2. Sistem Trakea

Alat pemapasan yang berupa trakea sanggup ditemukan serangga. Trakea merupakan suatu pembuluh halus yang berasal dari perrnukaan tubuh, kemudian bercabang-cabang ke seluruh bab tubuh. Setiap percabangan berakhir dalam sel-sel trakea yang mempunyai ekspansi berupa trakeol. Ujung final trakeol berisi cairan dan melalui cairan inilah oksigen dan karbon dioksida berfungsi ke dan dari dalam sel-sel jaringan di dekatnya.

Demikianlah pembahasan wacana organ/alat pernapasan pada binatang vertebrata dan avertebrata beserta fungsinya. Semoga bermanfaat untuk kau dalam berguru sendiri dirumah.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Wednesday, December 19, 2018

Pengertian Pernapasan Dada Dan Perut Lengkap Dengan Gambar Dan Mekanismenya

Pengertian Pernapasan Dada dan Perut Lengkap Dengan Gambar dan Mekanismenya - Bagi kau yang lagi mencari ringkasan bahan biologi perihal pernapasan dada dan perut, kali ini admin akan membahas perihal pengertian/mekanisme pernapasan dada, pengertian/mekanisme pernapasan perut, ciri-ciri/perbedaan pernapasan dada dan perut. Bernapas merupakan salah satu ciri-ciri insan sanggup hidup. Proses pernapasan atau respirasi intinya ada 2 macam yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Proses bernapas terdiri dua fase yakni fase pandangan gres dan ekspirasi. Inspirasi merupakan proses pemasukan oksigen kedalam tubuh. Ekspirasi merupakan proses pengeluaran karon diokasida dari dalam tubuh. Fase pandangan gres dan ekspirasi sangat berperan penting dalam prosedur pernapasan dada dan pernapasan perut, alasannya yakni pernapasan dada dan perut terjadi melalui fase pandangan gres dan ekspirasi. Bagaimana proses pandangan gres dan ekspirasi pada pernapasan dada dan pernapasan perut ?. Simak pembahasannya berikut ini:

Proses Mekanisme Pernapasan Dada dan Perut

1. Proses Mekanisme Pernapasan Dada

Pengertian Pernapasan Dada dan Perut Lengkap Dengan Gambar dan Mekanismenya Pengertian Pernapasan Dada dan Perut Lengkap Dengan Gambar dan Mekanismenya

Pengertian pernapasan dada merupakan suatu prosedur pernafasan yang melibatkan kerja otot antar tulangrusuk. Mekanisme pandangan gres pada pernapasan dada diawali oleh kontraksi otot antar tulang sesampai kemudian dada menjadi terangkat dan membesar. Volume dada yang membesar ini membuat tekanan udara di dalam dada lebih kecil dibanding tekanan luar, sesampai kemudian oksigen yang terdapat di udara luar masuk dengan gampang ke dalam paru-paru.

Setelah oksigen diubah menjadi karbondioksida melalui serangkaian proses rumit yang berlangsung dalam waktu singkat, ekspirasi pun kemudian dimulai. Otot-otot antar tulang mengalami relaksasi atau penarikan kembali ke ukuran semula. Volume dada yang menyusut membuat tekanan udara dalam rongga dada lebih tinggi dibanding tekanan udara luar. Ini membuat udara (karbondioksida) dalam rongga dada keluar kembali.

Saat melaksanakan pernapasan dada, volume udara yang tertampung dalam paru-paru cenderung lebih sedikit sesampai kemudian hanya cocok dipakai ketika keadaan normal. Sedangkan untuk dipakai ketika menyanyi, prosedur pernapasan ini akan membuat kita merasa lebih cepat lelah dan tak bisa mencapai nada-nada tinggi.

Proses Inspirasi dan Ekspirasi Pernapasan Dada:

- Fase pandangan gres pernapasan dada: Mekanisme pandangan gres pernapasan dada sebagai berikut. Otot antar tulang rusuk (muskulis intercostalis eksternal) berkontraksi -> rusuk terangkat (posisi datar) -> paru-paru mengembang -> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar -> udara luar masuk ke paru-paru.

- Fase Ekspirasi pernapasan dada: Mekanisme ekspirasi pernapasan perut merupakan sebagai berikut. Otot antar tulang rusuk relaksasi -> tulang rusuk menurun -> paru-paru menyusut -> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar -> udara keluardari paru-paru.

2. Proses Mekanisme Pernapasan Perut

Pengertian Pernapasan Dada dan Perut Lengkap Dengan Gambar dan Mekanismenya Pengertian Pernapasan Dada dan Perut Lengkap Dengan Gambar dan Mekanismenya

Pengertian pernapasan perut merupakan suatu prosedur pernafasan yang melibatkan kerja otot diafragma.  Mekanisme pandangan gres dalam pernapasan perut diawali oleh relaksasi otot diafragma yang membesar. Pembesaran otot diafragma ini membuat tekanan di rongga dada lebih kecil dibanding tekanan udara luar, sesampai kemudian membuat oksigen masuk ke dalam paru-paru dengan mudah.

Kembalinya ukuran diafragma ke ukuran semula membuat tulang rusuk turun sesampai kemudian menyebabkan rongga dada mengecil. Tekanan udara di dalam rongga dada meningkat dan membuat udara dari dalam paru-paru keluar kembali.

Ketika lagi bernyanyi, prosedur pernapasan dada cukup dianjurkan terutama ketika tengah menyanyikan lagu dengan nada-nada tinggi. Volume udara yang tertampung melalui pernapasan perut lebih kaya dibanding volume udara yang tertampung melalui pernapasan dada. Akan tenamun, metode ini juga masih punya kelemahan, yaitu tak terkontrolnya jumlah udara yang masuk dan keluar paru-paru.

Proses Inspirasi dan Ekspirasi Pernapasan Perut:

- Fase Inspirasi pernapasan Perut: Mekanisme Inspirasi pernapasan perut sebagai berikut. Sekat rongga dada (diafragma) berkontraksi -> posisi dari melengkung menjadi mendatar -> paru-paru mengambang -> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar -> udara masuk.

- Fase ekspirasi pernapasan perut: Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut. Otot diafragma relaksasi -> posisi dari mendatar kembali melengkung -> paru-paru mengempis -> tekanan udara di paru-paru lebih besar dibandingkan tekanan udara luar -> udara keluar dari paru-paru.

Perbedaan Ciri-Ciri Pernapasan Dada dan Perut

Dari uraian diatas sanggup disimpulkan bahwa perbedaan ciri-ciri pernapasan dada dan perut merupakan sebagai berikut:

Ciri-Ciri Pernapasan Dada:

- Pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk
- Pernapasan dada terjadi alasannya yakni kontraksi otot-otot antartulang rusuk yang mengubah posisi tulang rusuk, naik atau turun posisi tulang rusuk ini memilih besar kecilnya rongga dada dan besar kecilnya tekanan di rongga dada dan paru-paru.
- Pada ketika inspirasi, otot antar tulang rusuk bab luar berkontraksi sesampai kemudian tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar. tekanan udara didalam rongga dada lebih kecil dibandingkan udara diluar sesampai kemudian udara dari luar masuk kedalam ruang alveoli. Sedangkan pada ketika ekspirasi, otot antartulang rusuk bab dalam kembali relaksasi sesampai kemudian tulang-tulang rusuk sedikit turun. kesannya rongga dada menyempit sesampai kemudian udara terdorong keluar.
- Cara menghirup udara pada pernapasan dada merupakan lewat hidung.

Ciri-Ciri Pernapasan Perut:

- Pernapasan yang melibatkan otot diafragma
- Pernapasan perut terjadi alasannya yakni interaksi otot-otot dari sekat diafragma,yang memilih posisi dari sekat diafragma mendatar atau melengkung ke atas dan akhirnya juga mensugesti besar kecilnya volume rongga dada dan tekanan rongga dada dan paru-paru.
- Pada ketika inspirasi, otot diafragma berkontraksi sesampai kemudian diafragma mendatar dan volume rongga dada bertambah besar. tekanan di dalam rongga dada mengecil sesampai kemudian udara dari luar masuk ke paru-paru. Sedangkan pada ketika ekspirasi, otot dinding rongga perut berkontraksi lagikan diafragma relaksasi, kesannya alat-alat dalam rongga perut terdorong ke atas diafragma dan naik, volume rongga dada menjadi kecil dan tekanan udara menjadi besar sesampai kemudian udara terdorong keluar.
- Cara menghirup udara pada pernapasan perut merupakan lewat mulut.

Demikianlah pembahasan perihal pengertian pernapasan dada dan perut kompleks dengan prosedur dan gambarnya. Semoga membantu kau dalam berguru biologi.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Jenis/Macam-Macam Pernapasan Pada Insan Lengkap

Jenis/Macam-Macam Pernapasan Pada Manusia Lengkap - Pada dasarnya sistem pernapasan manusia  ada 2 macam/jenis, yakni pernapasan dada dan pernapasan perut. Kali ini admin akan membahas apa pengertian pernapasan dada dan cara kerjanya, pengertian pernapasan perut dan cara kerjanya, mekanisme pernapasan dada dan perut, fase wangsit dan ekspirasi pada pernapasan dada dan perut. Yuk baca pembahasan sekompleksnya berikut ini.

Pengertian Pernapasan Dada dan Mekanismenya


 Pada dasarnya sistem pernapasan insan Jenis/Macam-Macam Pernapasan Pada Manusia Lengkap

Pengertian pernapasan dada merupakan pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanisme pernapasan dada sanggup dibedakan sebagai berikut:

    1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sesampai lalu rongga dada membesar, akhirnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sesampai lalu udara luar yang kaya oksigen masuk.
    2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sesampai lalu rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sesampai lalu udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanisme wangsit pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru.

Mekanisme ekspirasi pernapasan dada merupakan sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

Pengertian Pernapasan Perut dan Mekanismenya

 Pada dasarnya sistem pernapasan insan Jenis/Macam-Macam Pernapasan Pada Manusia Lengkap

Pengertian pernapasan perut merupakan pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanisme pernapasan perut sanggup dibedakan sebagai berikut.

    1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sesampai lalu rongga dada membesar, akhirnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sesampai lalu udara luar yang kaya oksigen masuk.
    2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sesampai lalu rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sesampai lalu udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanisme wangsit pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

Demikianlah pembahasan bahan perihal jenis/macam-macam pernapasan pada manusia menyerupai pernapsan dada dan pernapasan perut. Semoga bermanfaat buat kau dalam berguru sendiri dirumah.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp

Sistem Pernapasan Pada Insan Lengkap, Fungsi, Bagian-Bagian, Alat/Organ Pernapasan

Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap, Fungsi, Bagian-Bagian, Alat/Organ Pernapasan - Sistem pernapasan pada insan merupakan salah satu sistem badan pada insan yang bekerja melalui alat/organ pernapasan. Kali ini admin akan membahas ihwal pengertian sistem pernapasan pada manusia, alat/organ pernapasan pada manusia, urutan proses pernapasan pada manusia. Untuk lebih kompleksnya baca pembahasan sekompleksnya berikut ini:

 Sistem pernapasan pada insan merupakan salah satu sistem badan pada insan yang bekerja m Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap, Fungsi, Bagian-Bagian, Alat/Organ Pernapasan

Pengertian sistem pernapasan pada insan merupakan sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar. Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mempunyai kandungan oksigen dan mengeluarkan udara yang mempunyai kandungan karbon dioksida dan uap air. Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada kejadian bernapas terjadi pelepasan energi. Sistem pernapasan pada insan meliputi dua hal, yakni susukan pernapasan dan prosedur pernapasan.

Saluran pernapasan atau sistem respirasi atau tractus respiratorius (respiratory tract) merupakan penggalan badan insan yang berfungsi sebagai kawasan lintasan dan tampat pertukaran gas yang diharapkan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau lisan dan berakhir pada paru-paru.

Fungsi Sistem Pernapasan Pada Manusia:
    - Pengambilan oksigen yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh badan untuk pembakaran.
    - Pembuangan karbon dioksida sebagai hasil sisa dari pembakaran, kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang alasannya yaitu tak dibutuhkan oleh tubuh
    - Melembabkan udara
    - Keseimbangan cairan, suhu badan dan asam basa
    - Mensuplai oksigen pada darah ke seluruh organ

Urutan Proses Pernapasan Pada Manusia:
Adapun urutan susukan proses pernapasan pada insan merupakan sebagai berikut:
rongga hidung > faring > trakea > bronkus > paru-paru (bronkiolus dan alveolus).

Proses pernapasan pada insan dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktu menarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan selain melalui mulut. Pada ketika masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di penggalan dalam lubang hidung.

Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas kini menjadi lurus sesampai kemudian rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sesampai kemudian rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.

Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sesampai kemudian udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui susukan pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sesampai kemudian paru-paru mengembang.

Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan penggalan atas (naro-pharinx) kemudian kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).

Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana diteruskan ke susukan yang berjulukan bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri dari sedikit tingkat percabangan dan akhirnya bekerjasama di alveolus di paru-paru.

Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil oleh darah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya.

Selanjutnya udara yang mempunyai kandungan gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui hidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan alasannya yaitu melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, kesannya rongga dada mengecil sesampai kemudian tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati susukan pernapasan.

Jadi, proses pernapasan pada insan secara singkat merupakan sbb:
    - Udara masuk melalui lubang hidung
    - melewati nasofaring
    - melewati oral farink
    - melewati glotis
    - masuk ke trakea
    - masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
    - masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus

Organ/Alat Pernapasan Pada Manusia dan Fungsinya

Berikut ini merupakan bagian-bagian organ/alat pernapasan pada insan dan fungsinya:

1. Hidung (Cavum Nasalis)
Selain sebagai salah satu organ alat pernapasan manusia, hidung juga berfungsi sebagai salah satu dari 5 indera. Hidung berfungsi sebagai alat untuk menghirup udara, penyaring udara yang akan masuk ke paru-paru, dan sebagai indera penciuman.

2. Tekak (Faring)
Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga lisan ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada penggalan belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita bunyi dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sesampai kemudian makanan tak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sesampai kemudian udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan.

3. Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berbentuk ibarat pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut:
    - Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
    - Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk aksara C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tak tersambung
    dan melekat pada esofagus. Hal ini berkhasiat untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
    - Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan kaya lendir. Lendir ini berfungsi menangkap bubuk dan mikroorganisme yang masuk ketika menghirup udara.

Selanjutnya, bubuk dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju penggalan belakang mulut.

Akhirnya, bubuk dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda absurd yang masuk bersama udara pernapasan.

4. Cabang Tenggorokan (Bronkus)
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih gampang terjangkit penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus lagikan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

5. Bronkiolus
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi susukan yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tak mempunyai tulang rawan tenamun rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.

6. Alveolus
Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

7. Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura). Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3,5 liter.

Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melaksanakan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang remaja lebih kurang 500 nl. Setelah kita melaksanakan wangsit biasa, kita masih sanggup menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang sanggup masuk sesudah mengadakan wangsit biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

Setelah kita melaksanakan ekspirasi biasa, kita masih sanggup menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang sanggup dikeluarkan sesudah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.

Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.

Demikianlah pembahasan kompleks sistem pernapasan pada manusia kompleks dengan urutan proses pernapasan, gambar penggalan alat pernapasan dan organ/alat sistem pernapasan pada manusia. Semoga pembahasan diatas sanggup membantu kau dalam belajar.
Dirangkum dari buku pelajaran sma, smp